Passive Voice

What is Passive Voice?

  • The passive voice is when the subject of the sentence is acted upon by the verb.
  • Structure:
    Object + Auxiliary Verb (to be) + Past Participle + (by + Subject)

Example:
Active: The chef cooked the meal.
Passive: The meal was cooked by the chef.


Why Use Passive Voice?

  • Focus on the action: The emphasis shifts from who performed the action to what happened.
  • Unknown or irrelevant subject: When the doer of the action is unknown or unimportant.
    Example: "The windows were broken."

How to Form Passive Voice

  1. Identify the object of the active sentence.
  2. Move the object to the subject position.
  3. Add the correct form of the verb "to be" + past participle.
  4. Optionally, include "by" and the original subject.

Examples of Passive Voice

  • Active: Scientists discovered a new planet.
  • Passive: A new planet was discovered by scientists.

When to Avoid Passive Voice

  • Overuse: Can make sentences wordy or vague.
  • When clarity is needed: Active voice is often clearer and more direct.
  • Example: "Mistakes were made." (Unclear responsibility)

Macam-macam kecerdasan anak

“Multiple intelligence adalah teori kecerdasan manusia yang dibedakan menjadi delapan modalitas. Beberapa di antaranya kecerdasan visual, kecerdasan verbal, kecerdasan logis dan kecerdasan jasmani.”

Multiple intelligence (kecerdasan ganda) pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Harvard Howard Gardner pada 1983. Ia mengemukakan bahwa  kecerdasan manusia dibedakan menjadi delapan jenis.

Hasil penemuan tersebut berasal dari banyaknya penelitian yang ia lakukan. Hasilnya, tes IQ bukan menjadi satu-satunya indikator kecerdasan pada anak. Multiple intelligence mempercayai bahwa orang bisa belajar dalam berbagai cara. 

Pertama, kecerdasan dinilai dari proses anak dalam menyelesaikan masalah. Kedua, cara menemukan persoalan baru dan mencari solusi. Terakhir, menghasilkan sesuatu yang bernilai dari masalah yang dihadapi.

Delapan Jenis Multiple Intelligence Anak

1. Kecerdasan Spasial (Visual)

Kecerdasan spasial berkaitan dengan kemampuan menangkap warna, arah dan ruang secara akurat. Anak yang memiliki bakat di bidang ini berpotensi menjadi arsitek, artis dan insinyur karena lihai dalam:

  • Membaca dan menulis berdasarkan kesenangan.
  • Pandai menyusun teka-teki.
  • Menafsirkan gambar, grafik dan bagan.
  • Menyukai seni lukis.
  • Mampu mengenali pola dengan mudah.

2. Kecerdasan Linguistik (Verbal)

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan dapat menerjemahkan dalam bahasa yang lugas. Anak dengan karakteristik ini pandai menulis cerita, menghafal informasi, dan membaca.

Anak dengan jenis kecerdasan ini cocok menjadi penulis, wartawan, pengacara dan guru karena ahli dalam:

  • Mengingat informasi tertulis dan lisan.
  • Berdebat atau memberikan pidato persuasif.
  • Mampu menjelaskan sesuatu dengan baik.
  • Menyelipkan humor ketika bercerita.

3. Kecerdasan Logis (Matematika)

Kecerdasan logis dapat diartikan sebagai kemampuan nalar yang tinggi. Anak dengan jenis kecerdasan ini dapat menganalisis masalah secara logis. Mereka berpikir secara konseptual tentang angka, hubungan dan pola.

Anak yang memiliki bakat di bidang ini berpotensi menjadi ilmuwan, ahli matematika, programmer, insinyur dan akuntan karena lihai dalam:

  • Keterampilan memecahkan masalah.
  • Menemukan solusi dari ide-ide abstrak.
  • Senang melakukan eksperimen ilmiah.
  • Mampu menyelesaikan perhitungan yang rumit.

4. Kecerdasan Kinestetik (Jasmani)

Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggerakkan anggota tubuh sesuai dengan keinginan otak. Anak dengan kemampuan di bidang ini memiliki koordinasi gerak fisik, mata dan kontrol motorik yang baik.

Anak yang memiliki bakat di bidang ini berpotensi menjadi penari, pembangun, pematung dan aktor karena lihai dalam:

  • Keterampilan yang membutuhkan olah fisik.
  • Dapat menciptakan karya dengan tangannya.
  • Memiliki koordinasi fisik yang sangat baik
  • Mampu mengingat gerakan dengan baik..

5. Kecerdasan Musik

Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap melodi, ritme dan nada dari musik yang didengar.

Anak dengan jenis kecerdasan ini cocok menjadi pemusik, komposer, penyanyi, guru musik dan konduktor karena ahli dalam:

  • Bernyanyi dan bermain alat musik.
  • Mengenali pola dan nada dengan mudah.
  • Mengingat dengan jelas tentang lagu dan melodi.

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan dalam berkomunikasi, peka terhadap emosi orang lain, mudah menyesuaikan diri, memiliki rasa empati yang tinggi dan suka menolong orang lain.

Anak yang memiliki bakat di bidang ini berpotensi menjadi psikolog, filsuf, konselor, pramuniaga dan politikus karena lihai dalam:

  • Berkomunikasi dengan baik secara verbal.
  • Terampil dalam komunikasi secara nonverbal.
  • Mampu melihat situasi dari perspektif yang berbeda.
  • Ciptakan hubungan positif dengan orang lain.
  • Menyelesaikan konflik secara damai.

7. Kecerdasan Intrapersonal

Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal pandai menyadari emosi, perasaan, dan motivasi diri sendiri. Kecerdasan ini dapat membantu merefleksikan dan mengevaluasi diri, serta bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Anak dengan jenis kecerdasan ini cocok menjadi filsuf, penulis, ahli teori dan ilmuwan. Alasannya, mereka ahli dalam menganalisis kelebihan dan kekurangan diri sendiri dengan baik.

8. Kecerdasan Naturalistik

Ini menjadi teori terbaru dari Gardner. Menurutnya, anak dengan jenis kecerdasan naturalistik bisa lebih selaras dengan alam dan seisinya. Mereka sangat peka dan menyadari perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Anak yang memiliki bakat di bidang ini berpotensi menjadi ahli biologi dan konservasionis karena tertarik dalam bidang:

  • Botani (tumbuh-tumbuhan).
  • Biologi (karakteristik tentang makhluk hidup).
  • Zoologi (ilmu tentang hewan).

Itulah penjelasan mengenai multiple intelligence dan delapan karakteristik yang dikemukakan oleh Harvard Howard Gardner. Bakat ini sudah ada sejak anak dilahirkan dan dibentuk melalui pola asuh dari orang tua.

Referensi:
Simply Psychology. Diakses pada 2022. Gardner’s Theory of Multiple Intelligences.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. Gardner’s Theory of Multiple Intelligences.

Source https://www.halodoc.com

Past tense

What is the Simple Past Tense?

  • Definition: The Simple Past is used to talk about actions or events that were completed in the past.
  • Examples:
    • "I watched a movie yesterday."
    • "They played football last week."

How to Form the Simple Past Tense

  • Regular Verbs: Add -ed to the base form of the verb.
    • Example: playplayed
    • Example: talktalked
  • Irregular Verbs: These do not follow the regular -ed rule.
    • Example: gowent
    • Example: seesaw

Regular Verbs in the Simple Past

  • Explanation: For most verbs, we just add -ed.
    • If the verb ends in -e, just add -d (e.g., like → liked).
    • If the verb ends in a consonant + y, change the y to i and add -ed (e.g., carry → carried).
  • Examples:
    • "I played soccer."
    • "She cleaned her room."

Irregular Verbs in the Simple Past

  • Explanation: Irregular verbs don’t follow the regular pattern and must be memorized.
  • Common Examples:
    • be → was/were
    • have → had
    • do → did
    • eat → ate

Using the Simple Past in Sentences

  • Positive Sentences: Subject + Verb in Simple Past
    • Example: "They visited the museum."
  • Negative Sentences: Subject + did not + Base Form of Verb
    • Example: "She did not go to the party."
  • Questions: Did + Subject + Base Form of Verb
    • Example: "Did you finish your homework?"

Common Time Expressions with the Simple Past

  • Explanation: We often use time expressions with the simple past to indicate when something happened.
  • Examples:
    • Yesterday
    • Last night/week/year
    • Two days ago
    • In 2010

Practice: Fill in the Blanks

  • Activity: Complete the sentences using the correct form of the verb in parentheses.
    1. She ______ (watch) TV last night.
    2. They ______ (go) to the park yesterday.
    3. I ______ (not/see) him at the meeting.
    4. Did you ______ (study) for the exam?

Practice: Regular or Irregular?

  • Activity: Choose whether the verb is regular or irregular in the simple past.
    • Givegave (Irregular)
    • Workworked (Regular)
    • Buybought (Irregular)
    • Helphelped (Regular)

Summary

  • Key Takeaways:
    • The Simple Past is used for completed actions.
    • Regular verbs add -ed, while irregular verbs must be memorized.
    • For questions and negatives, we use did + the base form of the verb.